Jum'at, 22 Agustus 2014
10:56 WIB
Hujan di Musim Haji Pertanda Baik
Ratusan jemaah terjebak akibat banjir parah di beberapa tempat antara Mina dan Mekah
Para jemaah tetap menjalankan ibadah haji di tengah hujan di Mekah, Arab Saudi
Renne R.A Kawilarang, Harriska Farida Adiati | Kamis, 26 November 2009, 12:16 WIB

VIVAnews - Jutaan jemaah calon haji melewatkan hari pertama musim haji tahun ini dengan beribadah di Mina setelah hujan membasahi kota, Rabu 25 November 2009. Jalanan kota Mina digenangi air sehingga lalu lintas terganggu. Petugas keamanan dan lembaga terkait lainnya masih berusaha membersihkan jalanan dari sampah dan benda-benda yang terbawa aliran air.

Seperti dikutip dari laman Arab News, para jemaah mendapat jaminan keamanan dan keselamatan di Mina. Jemaah calon haji hari ini, Kamis 26 November 2009, akan berkumpul di Bukit Arafah, menandai puncak ibadah haji tahun ini. Harian Arab News menerima laporan ratusan jemaah terjebak akibat banjir parah di beberapa tempat antara Mina dan Mekah.

Namun mereka tidak membiarkan cuaca buruk merusak semangat mereka dalam beribadah. "Hujan hari ini memang menyulitkan kami, tapi tetap saja ini adalah pertanda baik. Ibadah haji dimulai dengan siraman berkat Allah," kata seorang calon haji, Sharique Arfin Shamsi. Mayoritas jemaah tiba dengan selamat di Mina sebelum mereka menuju Bukit Arafat hari ini. Cuaca buruk masih akan berlangsung hingga Kamis dengan prediksi hujan lebat.

Petugas kesehatan berusaha meyakinkan jemaah bahwa banjir tidak akan memperburuk penularan penyakit. "Kami tidak khawatir. Sejauh ini tidak ada kasus baru flu babi," kata menteri kesehatan, Dr. Abdullah Al-Rabeeah. "Ada beberapa peristiwa di mana jemaah tergelincir di tengah hujan," lanjutnya.

Sementara itu, di dalam terowongan ke Mina dan Jembatan Jamrat Bridge, seorang petugas keamanan, Mohammed Rashed, mengatakan bahwa semua sarana sudah disiapkan untuk mengatasi potensi bencana alam seperti badai. "Tidak ada masalah. Kami punya lebih banyak pasukan dan personel dari departemen pertahanan untuk membantu bisa terjadi sesuatu," katanya.

Lokasi lain juga mengalami kondisi serupa. Di Bahra dan Muzha, dan juga di Jawasat, kendaraan tergenang sehingga tidak bisa dihidupkan. Rute utama antara Mekkah dan Mina ditutup. Saat petugas layanan darurat dan personel departemen pertahanan tampak tidak bisa mengatasi situasi, jemaah yang terjebak mulai turun dari kendaraan dan berjalan kaki melewati genangan air di jalan besar itu menuju ke kota suci Mekah.

© VIVA.co.id

SHARE

BERITA TERKAIT
A A A
Kanal Lainnya